Cerita ini dimulai dari beberapa waktu yang lalu, saat saya telah menyelesaikan ujian akhir sekolah dan tinggal menghitung hari saja saya tidak akan duduk di bangku sekolah lagi dan segera pergi meninggalkan sekolah. Waktu itu saya mulai berpikir untuk merubah jalan hidup saya. Tentu saja alasannya karena setelah lulus nanti, hidup yang sesungguhnya baru akan dimulai, dan memulai kehidupan yg sesungguhnya itu tidaklah mudah.

Mungkin bisa saya mulai dari merubah cara berpikir saya.

Itulah yang muncul pertama kali di benak saya soal rencana mengubah jalan hidup saya.. Maka saya mulai belajar mengubah cara berpikir saya.

Hei, tapi saya harus mengubahnya seperti apa? Kearah mana saya harus menjalankan otak saya?

Ternyata merubah cara berpikir itu pada praktiknya tidaklah mudah..
Setelah dua bulan saya tidak duduk lagi di bangku sekolah, saya merasa tidak ada perubahan pada cara berpikir saya, atau cuma kadang2 saja saya merasa berubah. Merasa kadang masih tetap dan kadang berubah itulah yang membuat saya jadi ‘seperti‘ orang plin- plan, dan membuat pandangan tentang saya di mata si A dan si B tidak sama, itu juga yang membuat saya merasa ‘seperti’ tidak punya jati diri..

Hampir tiga bulan berlalu,. Saya terkejut melihat hasil psikotest yang di berikan pak Agus (bos sekaligus guru saya) kepada saya. Waktu itu dia menyuruh saya menggambar di sebuah kertas yang telah dibagi garis menjadi enam kotak.. Di setiap kotak telah di gambar titik atau garis yang berbeda- beda, dan saya diharuskan untuk melanjutkan titik atau garis di setiap kotak tersebut menjadi sketsa yang berbeda..

Saya mulai menggambar sesuatu yang abstrak.

Saya mengubah garis dan titik menjadi gambar kartun yang bila saya kumpulkan pada guru animasi pasti mendapat nilai sempurna.. Tapi bila di artikan maknanya, sama dengan tidak ada artinya sama sekali… bukankah itu bisa disebut abstrak. Intinya, dari hasil psikotest tersebut dapat disimpulkan bahwa cara berpikir saya masih sama, benar- benar tidak ada perubahan..

Sejak setelah mengetahui hasil psikotest tersebut, saya melihat lagi kemasa lalu dan mulai merevisi lagi diri saya.

Apa yang salah??

Sambil melihat kebelakang diri saya sendiri, saya juga melihat masa lalu orang lain yang saat ini sudah ‘sukses’. Saat saya melihat masa lalu orang lain itulah saya baru sadar, tak ada satupun dari mereka yang bernafsu untuk merubah pola pikir mereka.

Mereka cuma menuju pada satu titik yaitu tujuan.

ya, mereka memang tidak merubah cara berpikir. Hanya saja pikiran mereka terfokus pada satu tujuan hidup yaitu impian mereka, kemudian mereka saling menyelaraskan sikap mereka dengan impian masing- masing. Dan tanpa sadar, dengan sendirinya pola pikir mereka berubah..

Itu yang salah.. Saya tidak punya tujuan..


Sebelumnya saya memang punya pesawat yang bagus dan kuncinya sudah ada di tangan, lalu saya juga punya kemampuan untuk menerbangkan pesawat saya. Tapi saya tidak memiliki tujuan.. Akan kemana pesawat saya terbang? Utara?Selatan?Timur?Barat? Atau saya cuma berputar- putar saja di udara lalu kemudian jatuh karena kehabisan bahan bakar??

Advertisements