“Bila anda memiliki “Personal Goal”, ceritakan kepada semua orang, supaya anda lebih komit dalam mencapai goal tersebut.” Ini adalah ungkapan yang sangat umum dalam kehidupan sehari2. Tapi apakah ini benar? Dalam bukunya “The Psychology of Action”, Peter Gollwitzer justru mengatakan itu salah besar.

Riset pada 163 orang yang diminta memikirkan personal goal masing2 dengan sungguh2, dan separoh diminta untuk sharing dengan teman2nya, dan menceritakan apa goal nya, separoh lainnya diminta untuk diam saja dan menyimpan didalam hatinya.

Lalu setiap orang diberi tugas mengerjakan 45 menit pekerjaan yang mendekatkan diri dengan goal tersebut, dan diberitahu boleh berhenti setiap saat. Hasilnya adalah untuk team yang menceritakan goalnya, hanya bekerja 33 menit secara rata2, dan berhenti, dan mengatakan “Merasa segar karena semakin dekat dengan goal nya.” Sedangkan yang tidak menceritakan, rata2 bekerja penuh 45 menit dan mengatakan “Masih jauh dan banyak pekerjaan untuk mencapai goal nya dan harus bekerja lebih keras lagi.”

Riset Peter Gollwitzer menunjukkan bahwa bilamana kita memiliki Persoal Goal, sebaiknya tidak menceritakan kepada orang lain. Karena ketika kita menceritakan goal kita pada semua orang, maka otak kita melakukan “penipuan” pada diri kita dengan menganggap seolah olah “menceritakan” itu seperti telah “melakukan” sesuatu dalam upaya mencapai goal tersebut. Perasaan positip akan bisa mencapai tujuan, membuat kita merasa nyaman, dan menipu otak kita untuk tidak usah bekerja lebih keras dan lebih giat menuju goal itu.

Bilamana anda ingin untuk menceritakan “Personal Goal” anda, buatlah dengan kalimat dan cerita yang tidak “memberikan kepuasan” pada diri anda sendiri. Karena sebenarnya emosi positip kepuasanlah yang menipu otak kita saat bercerita dan membuat kita seolah olah merasa telah kebih dekat dengan goal itu. “Kalau minggu ini tidak turun sekilo berat badanku, aku tidak akan pergi ke acara clubbing sabtu nanti”, lebih baik daripada “Targetku menurunkan badan 5 kilo dalam sebulan ini rasanya akan bisa tercapai, semangat deh…..”

Menceritakan goal pada orang lain untuk sekedar berbagi tentu berbeda dengan diskusi teknis dan permintaan nasehat yang kadang memang perlu dalam pencapaian goal kita. “Personal Goal” juga berbeda dengan “Company Goal” yang harus dikomunikasikan pada semua karyawan untuk menciptakan sinergi kerja.

Apapun Personal Goal anda: “Menguruskan badan 10 kg dalam 6 bulan ini” ; “Belajar tentang Marketing dan Branding sampai ahli dalam tahun ini”; “Menjadi kaya sebelum umur 40 dengan memiliki uang satu Milyar” ; “Membuka bisnis baru tahun depan”; sebaiknya hal ini anda simpan didalam hati dan tidak berbagi dengan orang lain sekedar untuk merasa nyaman pada hati anda saja. Tutup mulut, kerja keras, konsisten pada tindakan dalam mencapai sukses. Tulisan ini terinspirasi oleh Derek Sivers pada Ted.com. Selamat bekerja keras untuk mencapai Personal Goal anda. Salam sukses selalu.

*Tanadi Santoso, 5 September 2010.
www.tanadisantoso.comwww.samdesign.com
takes from tangandiatas.com

Advertisements